h1

B E R I T A

May 2, 2009

B E R I T A

•Lalu, apa itu berita?

Berita (news) adalah laporan mengenai suatu peristiwa atau kejadian yang terbaru (aktual); laporan mengenai fakta-fakta yang aktual, menarik perhatian, dinilai penting, atau luar biasa.

“When a dog bites a man that is not news, but when a man bites a dog that is news.”

Rumus 5W + 1H

•What : Peristiwa apa yang terjadi?

•Who : Siapa yang terlibat dalam peristiwa itu?

•Where : Di mana terjadi peristiwa itu?

•When : Kapan terjadi peristiwa?

•Why: Mengapa terjadi demikian?

•How : Bagaimana terjadinya?

NILAI BERITA

1. Aktualitas (timeliness)

Ada kedekatan jarak waktu antara terjadinya peristiwa dengan waktu diberitakannya

2. Conflict

 Semakin banyak yang terlibat konflik, semakin bernilai berita

 Semakin besar akibat konflik itu, juga makin besar nilai beritanya

3. Dampak (impact)

 Sebuah kejadian yang memiliki dampak pada masyarakat punya nilai berita yang tinggi. Kian besar dampak tersebut bagi masyarakat, semakin tinggi pula nilai beritanya

4. Competition

 Peristiwa itu mengandung kompetisi/persaingan. Misalnya pertandingan olah raga, persaingan bisnis, dan perebutan kursi jabatan.

5. Kedekatan (proximity)

 dekat secara fisik

 dekat secara emosional

6. Progress

 Peristiwa itu menggambarkan adanya kemajuan yang cukup menarik. Semakin luar biasa kemajuan itu, maka semakin menarik diberitakan. Misalnya, kemajuan bidang pembangunan dan iptek

7. Sex

 Peristiwa yang menyangkut skandal-skandal seks

8. Suspense/Dramatic

 Peristiwa itu menegangkan, tentang saat-saat yang kritis. Misalnya: ketegangan menunggu hukuman mati, saat-saat terakhir di dalam kapal yang tenggelam

9. Fear

 Peristiwa/situasi yang   mengisyaratkan adanya ketakutan. Misalnya karyawan takut kalau gaji tidak naik, padahal BBM dan listrik naik, takut teror bom, dsb.

10. Ketenaran (prominence)

”Name makes news”  Bintang film, sinetron, penyanyi, politisi ternama seringkali muncul di koran dan juga televisi

11. Sympathy

 Peristiwa yang mengandung suatu sikap simpatik.

Misalnya: walikota turun ke tengah penggusuran untuk menenangkan rakyat

12. Oddity

Peristiwa ganjil dan aneh

Misal : kambing berkaki tujuh, Manusia hanya setinggi 20 cm, manusia kawat

13. Human Interest

 Punya nilai kemanusiaan tinggi, mengharukan, membanggakan. Hal-hal yang mampu Membangkitkan rasa kemanusiaan

h1

PENGGOLONGAN PRESENTER TV

May 2, 2009

PENGGOLONGAN PRESENTER TV

1.Continuity Presenter
Bertugas mengantarkan acara-acara tv kepada pemirsa, dan berfungsi sebagai jeda atau penghubung dari satu acara ke acara lain. Biasanya berpenampilan santai dan bersahabat.
Presenter ini bertugas ‘mencegah’ pemirsa untuk berganti channel.

2. Host
Membawakan sebuah acara tertentu, biasanya identik dengan acara (non berita) yang dibawakan. Host yang berkarakter amat penting sebagai daya tarik dari acara yang dibawakannya

3. Anchor
Membawakan atau menyajikan acara berita. Berpenampilan cenderung formal dan berwibawa.

PRESENTER
Orang yang tampil di depan kamera dan membacakan berita dari studio. Digunakan untuk mendeskripsikan orang yang membawakan segala jenis program TV dari studio

Newscasters
• Penyiar berita yang sekaligus bertindak sebagai reporter.
• Fungsi newscaster sama dengan anchor, namun newscaster bersifat formal, sedangkan anchor lebih bersifat non formal; bebas tetapi berwibawa

News reader
JB Wahyudi :
“tukang baca naskah berita, sehingga tidak menjiwai apa yang dibawakannya. Sedangkan newscaster, –karena ia adalah juga seorang reporter– selain menyajikan berita juga menjiwai apa yang dibawakannya.”

h1

Memilih Format Berita TV

April 4, 2009

Perbedaan antara menulis biasa dengan penulisan jurnalistik,  Berikut langkah-langkah untuk menulis berita di TV:

Memilih Format Berita TV

Berita di media televisi dapat disampaikan dalam berbagai format. Untuk menentukan format mana yang akan dipilih, tergantung pada beberapa faktor. Faktor-faktor itu antara lain:

Ketersediaan gambar dan momen terjadinya peristiwa atau perkembangan peristiwa yang akan diberitakan.

Format-format berita itu antara lain:

Reader.

Ini adalah format berita TV yang paling sederhana, hanya berupa lead in yang dibaca presenter. Berita ini sama sekali tidak memiliki gambar ataupun grafik. Hal ini dapat terjadi karena naskah berita dibuat begitu dekat dengan saat deadline, dan tidak sempat dipadukan dengan gambar.

Voice Over (VO).

Voice Over (VO) adalah format berita TV yang lead in dan tubuh beritanya dibacakan oleh presenter seluruhnya. Ketika presenter membaca tubuh berita, gambar pun disisipkan sesuai dengan konteks isi narasi.

Natsound (natural sound, suara lingkungan).

Suara yang terekam dalam gambar bisa dihilangkan. Tetapi, biasanya natsound tetap dipertahankan, untuk membangun suasana dari peristiwa yang diberitakan. Sebelum menulis naskah berita, tentu Reporter harus melihat dulu gambar yang sudah diperoleh, karena tetap saja narasi yang ditulis harus cocok dengan visual yang ditayangkan. VO durasinya sangat singkat (20-30 detik).

Voice Over – Grafik.

Ini adalah format berita TV yang lead in dan tubuh beritanya dibacakan oleh presenter seluruhnya. Namun, ketika presenter membaca tubuh berita, tidak ada gambar yang menyertainya kecuali hanya grafik atau tulisan. Hal ini mungkin terpaksa dilakukan karena peristiwa yang diliput sedang berlangsung dan redaksi belum menerima kiriman gambar peliputan yang bisa ditayangkan.

Sound on Tape (SOT).

Ini adalah format berita TV yang hanya berisi lead in dan soundbite dari narasumber. Presenter hanya membacakan lead in berita, kemudian disusul oleh pernyataan narasumber (soundbite).

Format berita ini dipilih jika pernyataan narasumber dianggap lebih penting ditonjolkan daripada disusun dalam bentuk narasi.

Voice Over – Sound on Tape (VO-SOT).

VO-SOT adalah format berita TV yang memadukan voice over (VO) dan sound on tape (SOT). Lead in dan isi tubuh berita dibacakan presenter. Lalu di akhir berita dimunculkan soundbite dari narasumber sebagai pelengkap dari berita yang telah dibacakan sebelumnya. Format VO-SOT dipilih jika gambar yang ada kurang menarik atau kurang dramatis, namun ada pernyataan narasumber yang perlu ditonjolkan untuk melengkapi narasi pada akhir berita. Total durasi diharapkan tak lebih dari 60 detik, di mana sekitar 40 detik untuk VO dan 20 detik untuk soundbite.

Package (PKG).

Package adalah format berita TV yang hanya lead in-nya yang dibacakan oleh presenter, tetapi isi berita merupakan paket terpisah, yang ditayangkan begitu presenter selesai membaca lead in. Paket berita sudah dikemas jadi satu kesatuan yang utuh dan serasi antara gambar, narasi, soundbite, dan bahkan grafis. Lazimnya tubuh berita ditutup dengan narasi.

Format ini dipilih jika data yang diperoleh sudah lengkap, juga gambarnya dianggap cukup menarik dan dramatis.

Live on Cam.

Ini adalah format berita TV yang disiarkan langsung dari lapangan atau lokasi peliputan. Sebelum reporter di lapangan menyampaikan laporan, presenter lebih dulu membacakan lead in dan kemudian ia memanggil reporter, di lapangan untuk menyampaikan hasil liputannya secara lengkap. Laporan ini juga bisa disisipi gambar yang relevan.

Karena siaran langsung memerlukan biaya telekomunikasi yang mahal, tidak semua berita perlu disiarkan secara langsung.

Live on Tape (LOT).

Live on Tape adalah format berita TV yang direkam secara langsung di tempat kejadian, namun siarannya ditunda (delay). Jadi, reporter merekam dan menyusun laporannya di tempat peliputan, dan penyiarannya baru dilakukan kemudian.

Format berita ini dipilih untuk menunjukkan bahwa reporter hadir di tempat peristiwa. Namun, siaran tak bisa dilakukan secara langsung karena pertimbangan teknis dan biaya.

Live by Phone.

Live by Phone adalah format berita TV yang disiarkan secara langsung dari tempat peristiwa dengan menggunakan telepon ke studio. Lead in berita dibacakan presenter, dan kemudian ia memanggil reporter yang ada di lapangan untuk menyampaikan laporannya. Wajah reporter dan peta lokasi peristiwa biasanya dimunculkan dalam bentuk grafis. Jika tersedia, bisa juga disisipkan gambar peristiwa sebelumnya.

Phone Record
.

Ini adalah format berita TV yang direkam secara langsung dari lokasi reporter meliput, tetapi penyiarannya dilakukan secara tunda (delay). Format ini sebetulnya hampir sama dengan Live by Phone, hanya teknis penyiarannya secara tunda. Format ini jarang digunakan, dan biasanya hanya digunakan jika diperkirakan akan ada gangguan teknis saat berita dilaporkan secara langsung.

Visual News.

Ini adalah format berita TV yang hanya menayangkan (rolling) gambar-gambar yang menarik dan dramatis. Presenter cukup membacakan lead in, dan kemudian visual ditayangkan tanpa tambahan narasi apa pun, seperti apa adanya. Format ini bisa dipilih jika gambarnya menarik, memiliki natural sound yang dramatis (misalnya: suara jeritan orang ketika terjadi bencana alam atau kerusuhan, dan sebagainya). Contoh berita yang layak menggunakan format ini: menit-menit pertama terjadinya bencana Tsunami di Aceh.

Struktur Penulisan Berita TV

Ada perbedaan besar antara menulis naskah berita untuk didengar (dengan telinga) dan menulis untuk dibaca (dengan mata). Narasi berita televisi yang baik memiliki awal (pembuka), pertengahan, dan akhir (penutup). Masing-masing bagian ini memiliki maksud tertentu.

Awal (pembuka). Setiap naskah berita membutuhkan suatu pengait (hook) atau titik awal, yang memberikan fokus yang jelas kepada pemirsa. Awal dari tulisan memberitahu pemirsa tentang esensi atau pokok dari berita yang mau disampaikan. Hal ini memberi suatu fokus dan alasan pada pemirsa untuk tertarik dan mau menyimak berita yang akan disampaikan.

Pertengahan. Karena semua rincian cerita tak bisa dijejalkan di kalimat-kalimat pertama, cerita dikembangkan di bagian pertengahan naskah. Bagian tengah ini memberi rincian dari Lead dan menjawab hal-hal yang ingin diketahui oleh pemirsa. Untuk memudahkan pemirsa dalam menangkap isi berita, sebaiknya kita membatasi diri pada dua atau tiga hal penting saja di bagian tengah ini.

Akhir (penutup). Jangan akhiri naskah berita tanpa kesimpulan. Rangkumlah dengan mengulang butir terpenting dari berita itu, manfaatnya bagi pemirsa, atau perkembangan peristiwa yang diharapkan akan terjadi.

sumber : www.netsains.com

h1

Hello world!

March 25, 2009

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.